. wisecorner

akhirnya....^^

29 Mei 2009
Rabu, 270509...
Akhirnya...penggalan kisah tanpa judul itu berlanjut (masih ingat judul postingan "penggalan kisah tanpa judul"?)...^^
Akankah happy ending??? I wish my story will be continue...^^ only could pray..pray n pray...
Read more ...

assalamu'alaikum dunia^^

Read more ...

sandal...siapa mau???

Read more ...

Suatu hari di OK LB....

28 Mei 2009

Senin, 25 Mei 2009....
Pukul 07.30 teng (waktu LB, sempat-sempatnya kulirik jam dinding tepat di depan tempat registrasi pasien)...Alhamdulillah, ucapku dalam hati plus senyum 225. Dikepalaku, secepatnya aku harus sampai di lantai 2 OK sentral untuk mengganti pakaianku dengan seragam biru-biru lengkap dengan topi, masker dan sederet alat tulis-menulis yang pasrah terjejer di saku bajuku khas coass anestesi banget yang 'nongkrong' di OK. Ini adalah hari pertamaku dinas di 'luar negeri' (istilah pakem yang digunakan ketika sang coass sedang bertugas di luar RSWS, baca RS Wahidin Sudirohusodo) tepatnya di RSUD Labuang Baji yang akrab disapa LB (entah siapa yang memulainya)..so, mengambil istilah kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda, maka hari ini aku ga boleh telat alias mesti sudah stand by di OK before the first operation in began..betul..betul....
Kabarnya hari ini ada 14 OK. Subhanallah...beri hambaMu kekuatan ya Rabb....

Pukul o8.00 lebih dikit, waktu LB....
Operasi pertama dimulai...diagnosis struma noduler rencana tindakan strumektomi...awal yang baik...tapi 15 menit kemudian operasi kedua mulai...diagnosis NOK + amonere primer ec. ??? rencana tindakan kistektomi...masih bisa di atasi...di tengah perjalanan kedua operasi tsb yah kira-kira 1 jam kemudian, 1 pasien diantar ke OK 3...artinya operasi ke 3 bakal dimulai...pasien dengan tumor regio maxilla sinistra susp. hemangioma...yang ini biarlah minggu senior yang pegang...soalnya OK 3 ini OK tanpa monitor (EKG, vital sign plus saturasi O2 nya), but the show must go on...dan dimulailah operasi itu dengan tensi manual di kaki per palpasi a. dorsalis pedis per 5 menitnya lengkap dengan jumlah nadinya. Beres.
Operasi demi operasi pun berlanjut dan tanpa terasa 2 kaki dan pinggang ini telah begitu teramat pegal terlebih lagi tenggorokan ini...masyaAllah haus yang teramat bagai sedang berpuasa...awalnya masih bisa menahan...bertahan..ditahan-tahan...tapi akhirnya jebol juga...aku segera ambil langkah seribu menuju dapur yang letaknya hanya beberapa meter dari OK 1 yang hanya dipisahkan oleh sekat dari kaca bening. 1 yang pasti, aku harus segera menemukan sumber mata air karna jika tidak, maka bisa jadi aku lah pasien berikutnya yang butuh resusitasi cairan. Dibantu oleh seorang perawat seinor, aku mencari dimana gerangan sumber mata air itu...masyaAllah kosong...tak ada satupun...galon di ruangan itupun telah tandas airnya sejak beberapa hari yang lalu alias ga pernah ada isinya. Nelangsa iyah...tapi subhanallah...shadaqallahu..."But lo! with hardship goeth ease, lo! with hardship goeth ease." memang nyata adanya...seperti pada kisahku ini...Allah kemudian mendatangkan perantara seorang perawat yang usianya telah lanjut dengan serta-merta berkata, "ada air ku, dok..tapi mauji ki'minum?"tanya nya tanpa basa-basi...subhanallah...belum kuteguk saja, rasa-rasanya dahagaku telah hilang.... Perawat itu pun memberikan botol air minumnya yang sudah memudar warnanya (mungkin itu maksud dibalik pertanyaannya tadi, "...tapi mauji ki'minum?") dengan senyum yang benar-benar tulus. Serrrrr....hati ini berdesir...subhanallah...2 jempol...4 sekalian buat ibu ini.... "Bu, boleh saya minum semuanya?" pintaku. "Minum meq, dok...saya sudah minum tadi, teh 1 gelas, saya memang selalu bawa air minum dari rumah." katanya sambil tersenyum...senyum yang benar-benar tulus. Alhamdulillah..."makasih, bu...insyaAllah besok saya ganti." kataku. "Tidak usahmi, dok..tidak apa-apa." lanjutnya seraya berlalu dari dapur kembali bertugas di OK.
Ya..Rabb, aku jadi teringat tentang kisah 3 orang sahabat di perang Badar yang kehausan dan ingin sekali minum, tapi ketiganya saling mendahulukan saudaranya yang lain, hingga tak satupun minum lalu syahid dalam keadaan haus....
Lagi-lagi...rasa haru menyeruak dalam hati bak bunga yang sedang bermekaran...Ya Rabb...1 lagi kemudahan Engkau berikan kepada hamba lewat perantara hambaMu yang lain... Dalam hati aku bertekad untuk menggantikan minum yang telah diberikan oleh ibu tadi. Tak lupa sebait do'a untuknya agar Allah memberikan pahala yang setimpal dengan kebaikan juga ketulusan beliau. Amiin ya Rabb.
Read more ...

my 1st day was on duty at ICU....

26 Mei 2009
Ini kali pertama aku dapat kebagian jaga di ICU RSWS...di minggu ketiga stase anestesi. tapi sekarang aku lagi standby di ruang hemodialisa (HD) menemani 1 orang pasien dari ICU yg sedang menjalani HD. Di ruangan ini, dari 21 tempat tidur pasien (bed) yang disediakan, yang kosong bisa dihitung hanya dengan 5 jari. Yah..artinya cukup banyak pasien yang sore ini sedang menjalani HD dan yang pasti 50% dari para pasien tersebut adalah pelanggan tetap HD (paling sedikit 3 kali dalam sepekannya).

Ekspresi mereka beragam. Ada yang sambil bersenda gurau bersama keluarganya; ada yang terkulai lemas memandang dengan tatapan kosong ruang di sekelilingnya sambil sesekali merintih kesakitan; ada pula yang tak berekspresi sama sekali, diam dengan mata tertutup 'menikmati' proses HD yang merupakan rutinitasnya.

Ada sesuatu yang menarik dari bed 4 di sebelah kananku. Di bed itu, seorang nenek kira-kira 60 tahunan dengan nasal kanul di hidungnya sedang menjalani proses HD ditemani oleh seorang laki-laki yang sebaya atau mungkin lebih tua darinya, pikirku mungkin laki-laki berpeci hitam itu adalah suaminya. Hal menarik buat aku adalah betapa setianya kakek itu mendampingi istrinya yang sedang di HD (HD itu lamanya 4jam-an). Sesekali si kakek mengusapkan minyak kayu putih di kaki juga jidat si nenek, memberi minum juga cemilan. Mereka hanya berdua tanpa anak ataupun cucu yang menemani. Rasa haru lantas menyeruak dalam dada ini...banyak pertanyaan yang berlalu lalang dalam pikiranku...(teringat ayah juga bunda yang saat ini pun telah lanjut usianya) hatiku bergumam "setega itukah sanak keluarga kakek-nenek itu?" tapi cepat-cepat kuhalau dengan lebih dari 1 husnudzon...huhhfff...astagfirullah.

Jam di ruangan ini menunjukkan pukul 17.30 wita...kira-kira masih 1 setengah jam lagi aku standby di ruangan ini. Dalam diam banyak syukur yang teruntai (masyaAllah nikmat sehatMu teramat mahal ya Rabb), banyak harap yang terpanjatkan padaNya. Sungguh..hidup dengan segala pernak-perniknya adalah nikmat sekaligus ujian buat diri-diri kita.
Read more ...

Ketika Saat Itu Tiba....

05 Mei 2009

Kelak, disuatu hari...

Kita semua akan dikumpulkan oleh Allah di Yaumul Hasyr...

Kita akan bertemu Rasulullah dan para sahabatnya serta Ummul Mukminin...

Kita akan bertemu para syuhada dan orang-orang shaleh sepanjang masa...

Kita akan bertemu dengan saudara-saudara kita dari Palestina, mujahidin Afghan, pejuang-pejuang Islam di Chechnya, Moro, Irak dan seluruh belahan dunia...

Kita akan berjumpa dengan anak-anak Palestina pelempar batu yang sangat ditakuti oleh Israel...

Kita akan bertemu dengan ibu-ibu Palestina yang tidak henti-hentinya melahirkan para mujahid...

Lantas Rasulullah pada hari itu akan sangat bangga pada ummatnya...

Lalu...bagaimana dengan kita ketika saat itu tiba...???

Tentu kita ingin ikut bersama rombongan Rasulullah...

Tetapi..mungkin kita akan malu...

Karena mereka kurang mengenali kita sebagai ummat Muhammad, sebab minimnya identitas dan tanda-tanda keislaman kita...

Terpikirkah tentang ini olehmu duhai sahabat?!


Kalau hari ini kau temui dirimu sebagai seorang muslimah pemalu, sebagai wanita-wanita mahal...

Jika hari ini kita memeluk tarbiyah dengan erat, lalu ada amanah bersama kita...

Jika hari ini kita adalah seorang aktivis, da'iah, para pelaku da'wah, penyeru kebaikan dan pengusung shahwah...

Jika kau jumpai dirimu sebagai seorang murabbiyah, seorang pemimpin..maka tersenyumlah dengan semua itu...

Berbanggalah karena mungkin dengan itulah mereka akan mengenali kita...

Rasulullah pun tersenyum pada kita, lalu mengajak 'tuk singgah di telaganya yang tenang..itulah telaga Al-Kautsar.....

Jazakillah khair saudariku...semoga Allah memudahkan segala urusanmu^^



Read more ...

Senyum^_^

29 April 2009

Senyum….^_^

Perlukah satu sebab untuk menyunggingkan sebuah senyuman?

Meski di tengah kedukaan yang sangat….

Meski diri tengah bergulat dengan banyak masalah….

Meski hati bagai serpihan kaca....

Meski raga begitu lelah dengan aktivitasnya....

Meski airmata belum lagi kering....

Meski setelahnya belum tentu lebih baik dari sebelumnya....

Meski perlakuan pun perkataan kerap menyakiti hati....

Meski jiwa ini jenuh dengan dunia yang semakin hari semakin menyedikan

Buat aku, untuk tersenyum...tidak butuh satu alasan...

Sebab senyum adalah sedekah yang paling mudah....

Sebab senyum adalah penawar luka....

Sebab senyum adalah penghibur hati....

Sebab senyum adalah semangat baru untuk menatap masa depan....

Sebab senyum adalah aliran kesejukan darinya untukmu, saudariku....

Sebab senyumku karna Allah....

Bahkan dengan satu senyuman kita justru membutuhkan banyak kata untuk menterjemahkannya....percaya?^_^

Yang jelas...siapapun itu...nenek-nenek ompong sekalipun...kalo dah senyum...masyaAllah...hati rasanya gimanaaaa gtu....^_^

Itulah arti senyum buat aku...

Bagaimana dengan kamu???


Senyumlah...
niscaya akan cerahlah dunia...
niscaya akan hilanglah kabut penghalang...
niscaya akan terentang jalinan indah...jalinan ukhuwah diantara kita menuju RidhoNya.
Senyumlah...
dengan segenap jiwamu...
dengan sepenuh hatimu...
Semoga Allah memberkahi senyum ikhlasmu itu.
Rasulullah bersabda :"sedekah tidak harus dengan harta berlimpah, sedekah tidak mesti dalam jumlah yang besar, senyuman ikhlas dan membahagiakan tiap orang yang melihatnya juga dapat dinilai sebagai sedekah dari pemiliknya."
Senyumlah saudariku...
cerahkan wajahmu dengan senyum itu...
hadapi saudarimu yang lain dengan wajah bersinar...
dengan senyum manismu yang menyejukkan jiwa...
semoga Allah mempererat jalinan ukhuwahmu dengannya....^_^

Read more ...

Cinta Bukanlah Karena, tapi Cinta Adalah Walaupun

22 April 2009
Karena Cantik,
Karena Harta,
Karena Tahta,
Itu Bukanlah Cinta..

Karena dia baik,
Karena dia perhatian,
Karena dia juga cinta,
Itu Bukanlah Cinta..

Karena..karena..karena..it
u bukan cinta!

Cinta adalah walaupun
Walaupun dia bukan siapa-siapa
Walaupun dia tak punya apa-apa
Walaupun dia tak balas cinta

Walaupun.. walau apa pun..
Kita masih tetap cinta..
dan selamanya akan memberi cinta..


note : puisi karya TS dr. Irwan Ashari


Read more ...

Isyarat

Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting...ting...ting! Ting...ting...ting!" Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban.

"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.

Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson kendaraan. "Teeet...teeet....teeet!"

Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi, anak kecil itu bingung. Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. Sember lagi!

"Anakku. Itu tukang sate ayam. Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius. Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya.

"Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian. **

Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.

Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara. Cukup dengan berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal.

Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat. Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia.

Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau menjauh!"

Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan tukang bakso dan klakson pedagang sate ayam.

(muhammadnuh@eramuslim.com)

Read more ...

yang datang..yang pergi..

19 April 2009
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. 3 : 185)

hidup dan mati...sesuatu yang tak dapat terpisahkan, terelakkan, tergantikan, oleh apapun, siapapun dimanapun itu meski dalam benteng yang kokoh sekalipun...
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...." (QS. 4 : 78)

keduanya datang dan pergi silih berganti...suatu ketika ada yang datang membawa keceriaan dalam sebuah komunitas...di lain waktu entah kapan namun pasti yang datang itupun pasti pergi...jauh...sangat jauh tak terjangkau oleh apapun...sebab dia telah kembali ke hadirat Allah 'Azza wa Jalla.

kematian adalah sebuah konsekuensi dari kehidupan, bila siap hidup maka harus siap untuk mati, tapi jangan pernah berpikir untuk mati konyol, maksudnya mati tanpa mempersiapkan bekal yang cukup, hanya sekedar saja.

tapi adakah kita sadari bahwa sebenarnya detik demi detik yang Allah percayakan pada diri kita adalah ladang tempat kita menuai benih lantas memanennya kelak wajah penuh suka cita...sebab pada akhirnya kita menjadi bagian hamba-hambaNya yang layak menghuni JannahNya...semoga...yah semoga itu adalah aku, kamu, dia, mereka...kita semua.
Al Baqarah 25"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya" (QS. 2 : 25)
Read more ...

Menikahi orang yang dicintai atau Mencintai orang yang dinikahi....

Suatu kali seorang teman bertanya kepada saya:
  1. Menikah dengan orang yang kau cintai?
  2. Mencintai orang yang kau nikahi?
Mana yang kau pilih?
Saat itu spontan saya memilih yang kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).
"Kenapa?"
Hhm… iya ya, kenapa?
Belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.

Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.

Itu jawaban saya saat itu. Tetapi,beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.

Dan dia menjawabnya sama dengan jawaban saya. Tetapi, saya ragu atas jawaban itu,benarkah begitu?

Pilihan pertama, menikah dengan orang yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab cinta itu sudah dilegalkan.

Pilihan kedua, mencintai orang yangsaya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka, kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya.

Bukankah jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?

Tetapi, sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.

Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang harus diupayakan.

Bagaimana dengan anda? Apakah akan menikah dengan orang yang anda cintai, atau akan mencintai orang yang anda nikahi?

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Dialog hati awal Ramadhan. Aku ingin mewujudkan pilihan pertama, tetapi andai Allah tak berkenan, semoga Ia memberi energi untuk mengupayakan pilihan kedua. http://izti79.blog.friendster.com/2006/09/sebab-cinta-memang-harus-diupayakan/
Read more ...

penggalan kisah tanpa judul

17 April 2009
Kemarin malam hp ku berbunyi..ada sms masuk..sms dari murabbiyahku, Ummu Usamah. "Bagaimana kabar, Syifaa? Coass dibagian apa sekarang?" begitu isi smsnya. Tak terasa mata ini basah oleh airmata..dalam diam aku menangis..ada rasa kangen yang teramat yang begitu saja mengisi hati. "Assalamu'alaikum, Ummi..kangenku sama kita'. Mau crita sama kita'. Ummi, do'akan saya yah." itu pesan balasanku. Lantas beberapa menit kemudian hpku berbunyi lagi, sms balasan lagi dari Ummi.."Kapan Syifaa ada waktu? Ummi minta biodatanya yang lengkap." Dahiku berkerut, tapi senyum dibibir tak urung mengembang..hmmm..what's going on? tanyaku dalam hati. Bakal ada sesuatu yang mengejutkan kah? Sms Ummi tak kubalas..bingung..lho??

Esoknya..ketika sedang istirahat di tengah dinas di Bagian Forensik, hpku berbunyi lagi, kulihat ternyata ada sms masuk..dari Ummi.."Kenapa sms Ummi yang semalam tidak dibalas?Ummi juga sdh lama mau ketemu sama Syifaa." Aku nyengir. Segera kubalas sms Ummi dan memastikan bahwa sore ini aku bakal ke rumah beliau sambil membawa biodata.

Sorenya, ba'da Ashar, aku dan seorang temanku berangkat ke rumah Ummi. Sesampai di sana, banyak cerita mengalir antara aku dan Ummi..ah Ummi jadi ingat ketika masih menjadi bagian dari liqo'tarbiyah Ummi. Sambil cerita, aku sambil menulis biodata yang (hehehe) tak sempat aku tulis di rumah tadi.

Hmmm...no coment deh masalah biodata..aku cuma berharap dan berdo'a (Subhanallah..di ba'da Ashar hari Jum'at) semoga jika memang ini yang terbaik..semoga dimudahkan olehNya..amiin....

Ini hanya sebuah penggalan kisah..boleh jadi kisah ini akan berlanjut..boleh jadi pula kisah ini akan berhenti pada bagian ini..apapun yang terjadi..kisah ini tetap menjadi sebuah pengamalan berharga buat hati ini.
Read more ...

Tak ada yang abadi

14 April 2009

Tak ada yang abadi. Setiap yang hidup pasti akan mati, dengan cara apa pun itu sesuai dengan apa yang telah Sang Khalik gariskan bagi semua hamba-hambaNya. Maka tak ada manusia yang abadi. Walaupun dengan teknologi semodern apa pun untuk mengusahakan keabadian itu, hingga detik ini pun kelak hingga kiamat yang telah dipastikan akan datang, tak ada manusia yang abadi. Tak ada dan tak akan pernah ada.


Tak ada yang abadi. Hidup yang kita jalani seperti sebuah siklus yang senantiasa berulang dari hari ke hari. Meski berulang, tapi setiap aktivitas yang kita lakukan tak akan pernah abadi. Penyebabnya beragam, entah bosankah, ada aktivitas yang lebih urgent, tersita oleh aktivitas lain yang memakan banyak waktu, tergantikan oleh aktivitas lain yang lebih menarik, mungkin?, memberikan efek samping yang buruk buat diri kita, lupa (mungkinkah sesuatu yang rutin akan dilupakan?), atau dihentikan oleh sebuah kematian. Beragam kan?

Tak ada yang abadi. Pergantian siang dan malam. Metamorfosis seekor ulat menjadi kupu-kupu dengan sayap yang elok. Daun-daun yang berguguran satu demi satu. Dan suatu ketika cuaca boleh panas tapi dilain waktu, lihatlah tanah-tanah berdebu itu telah basah oleh hujan, seperti hari ini dan kemarin. Sebab tak ada yang abadi.

Seperti yang terjadi pada diri ini. Tak ada yang abadi. Mulai dari fisik yang berubah seiring berjalannya waktu, ruhiyah yang setiap detik bahkan bisa berubah, sifat yang melekat padanya, rasa yang mewarnai hati juga hari-harinya, pakaian yang menutupinya, orang-orang yang hilir mudik di sekitarnya, aktivitas yang dia lakukan pun yang berlaku atas dirinya, semuanya...tak ada yang abadi.

Yah...sadar ataupun tidak...apa yang kita inderai sejak dulu hingga tiba waktunya tak ada yang abadi. Kecuali Sang Pencipta, Allah 'Azza wa Jalla. Hanya Dia yang abadi sebab Dia-lah pemilik keabadiaan itu.

Read more ...

say with flower..=)

08 April 2009
Read more ...

Rinduku

07 April 2009
Rindu pada Rabbku..rindu yang berujung pada SyurgaNya

Rindu pada Rasulullah..rindu menanti bertemu di telaga Kautsar milik beliau

Rindu pada manusia-manusia mulia dari generasi-generasi yang dimuliakan oleh Allah 'Azza wa Jalla..mungkinkah bisa berada di antara mereka???

Rindu pada Ayah..bilakah aku memberikan sebuah kebahagiaan padanya? Menjadikan Ayah sebagai saksi walimahku kelak juga mendampingiku menerima gelar dokter.

Rindu pada Bunda..tetesan keringat dan air mata nya ingin ku balas dengan segudang kebahagiaan di masa tuanya.

Rindu pada adikku..menjadi kakak terbaik buatnya..kini dan seterusnya..

Rindu pada syahid kecilku...M. Tri Chandra Buana..my little brother..jadilah sebab syafaat itu sampai pada Ayah Bunda kita, sayang. Semoga Allah mempertemukan kita kelak.

Rindu pada saudari-saudariku..akhwaatfillah..kalianlah salah satu sebab diri ini tetap berjuang u/ istiqomah di jalan da'wah. Keep fighting ukhtifillah..may Allah bless us..semoga persaudaraan ini kekal hingga ke mimbar-mimbar paling bercahaya yang telah dijanjikanNya u/hamba-hambaNya yang bersaudara karenaNya.

Rindu pada seorang ikhwa, siapapun itu yang kelak akan menjadi pendamping di dunia hingga ke SyurgaNya kelak. Menjadi bagian dari perjuangan menegakkan Khilafah Islamiyah..menjadi oase di tengah keluarga..memberikan yang terbaik u/ Dienullah....

Rinduku pada semuanya..memberikan semangat baru melihat dan menjalani hidup menjemput rinduku satu demi satu.
Read more ...

SMS gratis!

Klik di sini!
free counters