. wisecorner: tasyabbuh
Tampilkan postingan dengan label tasyabbuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasyabbuh. Tampilkan semua postingan

Ma'af Kawan..Saya Gak Ngucapin Selamat ULTAH-mu. Ternyata ULANG TAHUN ada Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 :21

05 Mei 2011

Mungkin kurangnya pengetahuan mengenai "ke-Aqidah-an", masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan para ustadz dan ustazdahpun ikut merayakannya dan terjebak di dalamnya. Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang terkadang dilakukan oleh beberapa da'i muda atau yang bergelar ustadz [setengah artis, katanya sih !]. Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya. Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka . Wallahu a'lam. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.

Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6;

Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6)

Dalam Injil Markus 6:21

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada
HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. (Markus 6:21)

Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21;
celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn't to do it, but Herod.

Matthew 14:6 :
"But when Herod's birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod".

Mark 6:21 :
And when a convenient day was come, that Herod on his birthday made a supper to his lords, and the high captains, and the chief men of Galilee.


Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Baca buku :Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298).

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallah Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih. Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR dalam setiap hal yang di dalamnya ada rasa kegembiraan.Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganism, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya. Apakah Rasulullah pernah melakukannya ? Apakah para sahabat Rasululah pernah melakukannya ? Apakah para Tabi'in dan Tabiut tabi'in pernah melakukannya ? Padahal Herodes sudah hidup pada jaman Nabi Isa. Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ? Apakah 3 generasi terbaik dalam Islam melakukan ritual paganisme ini ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencela seorang pun di antara para sahabatku. Karena sesungguhnya apabila seandainya ada salah satu di antara kalian yang bisa berinfak emas sebesar Gunung Uhud maka itu tidak akan bisa menyaingi infak salah seorang di antara mereka; yang hanya sebesar genggaman tangan atau bahkan setengahnya saja.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah pernah bersabda: "Kamu akan mengikuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga". Para sahabat bertanya,"Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?"Rasulullah menjawab:"Siapa lagi jika bukan mereka?!".

Rasulullah bersabda: “ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum” (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman; "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS. Al Baqarah : 120).

"
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra’:36).

"... dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (QS. an-Nuur: 15)
.

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut.

Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam. Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaanULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN, SELAMATAN atau ucapan selamat MILAD atau Met MILAD seakan-akan kelihatan lebih Islami.

Ingatlah ! Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul. “Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang "tidak ada perintah dari kami padanya" maka amalan tersebut TERTOLAK (yaitu tidak diterima oleh Allah).” [HR. Muslim].

Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in adalah orang yang PALING MENGERTI AGAMA ISLAM. Mereka tidak mengucapkan dan tidak memperingati Ulang Tahun, walaupun mungkin sebagian manusia menganggapnya baik.

Pahamilah "Kaidah" yang agung ini; "Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi"

SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI'IN DAN TABIUT TABI'IN PASTI MEREKA LEBIH DAHULU MENGMALKANNYA DARIPADA KITA. Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini.

Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri BERKURANGNYA usia kita? Semakin dekatnya kita dengan KUBUR? SUDAH SIAPKAH kita untuk itu? Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri MEMPERHATIKAN apa yang telah diperbuatnya UNTUK HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita dan menggantinya dengan tuntunan yg mulia yang diajarkan oleh Rasulullah.

___________________________

Sahabatmu Anwar Baru Belajar

Silahkan dibaca juga link ini :

Siapa bilang kalau Ulang Tahun Tidak ada Kaitannya Dengan Perkara Ibadah ? Silahkan baca :

Sejarah Dan Asal Usul Kue Ulang Tahun

http://www.tokenz.com/history-of-birthday-cake.html

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.tokenz.com/history-of-birthday-cake.html

HUKUM PERAYAAN HARI ULANG TAHUN

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000109380446&ref=ts#!/note.php?note_id=104651970683&id=1275657261&ref=mf

Islam Saya Islam Yang Mana ? [Hanya Renungan : Mode On]

http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=154654267911090#!/notes/anwar-baru-belajar/islam-saya-islam-yang-mana-hanya-renungan-mode-on/154654267911090

Kitabullah (Al Qur'anul Karim) Adalah Kitab Terakhir Yang Diturunkan Oleh Allah, Rabb Semesta Alam. Al Qur'an Adalah Penghapus Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Seluruh Kitab Yang Diturunkan Sebelumnya.

http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2880-kesesatan-dakwah-penyatuan-agama.html

Di Scan oleh : Anwar Baru Belajar

My website : Hijrah dari Syirik dan Bid'ah

http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/

Read more ...

Awas bahaya tasyabbuh!

06 April 2009
"Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka"
(QS. 2 : 120)
"Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut"
(HR. At Tirmidzi)
Mengikuti atau meniru yang tersebut dalam Al-Qur'an dan hadits di atas mengacu pada sebuah istilah yang kita kenal dengan 'tasyabbuh'.
Tasyabbuh punya bentuk yang beraneka ragam, apalagi di era globalisasi macam sekarang. Mulai dari yang manual sampai digital..dari yang katrok sampai modern..dari yang halus kasat mata hingga blak-blakan tak kasat mata...semuanya deh ada di sini....

Dan naasnya..terkadang kita sebagai pelakunya tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah salah satu dari sekian banyak bentuk tasyabbuh. Seperti satu bentuk tasyabbuh yang akan saya bahas kali ini. Tentunya pembahasannya disesuaikan dengan ilmu yang saya miliki..jadi maaf kalo pembahasannya terlalu dangkal.
Semoga bermanfaat.
***
Salah satu bagian dari tasyabbuh yang saya maksud di sini adalah ketika kita ummat Islam turut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun seseorang (siapapun itu) atau malah menjadi pelaku dari perayaan tersebut.

Jangan dulu mengatakan bahwa saya terlalu ekstrim dalam memaknai sebuah perayaan ulang tahun..atau syukuran ketika usia kita bertambah (hmm..bertambah atau berkurang yah??? Sejatinya sih berkurang) atau apapun nama dan bentuknya. Tapi, mari kita sama-sama menelaah apa sebenarnya makna di balik perayaan ulang tahun kita.

Ulang tahun atau dalam bahasa Arabnya biasa disebut Maulid atau Milad, sesuatu yang diperingati secara berulang atau istilah Arabnya Ied. Nah..dalam Ad Dien kita yang lazim dikenal sebagai 'Id hanya 2 yaitu : Iedul Fithr dan Iedul Adha. Hanya 2 Ied ini sajalah yang kemudian memiliki dasar dalam perayaannya, selain itu tidak ada dan tidak ada celah untuk diada-adakan. Koq gitu? Iyah..sebab tidak ada dalil yang bisa menjadi landasan dari sesuatu yang diada-adakan. Malah ketika kita nekat mengada-adakan suatu amalan, maka Rasulullah bersabda bahwa amalan tersebut adalah amalan yang tertolak. Sebut saja Maulid Nabi Muhammad Shalallahu'alahi wa Sallam..salah satu perayaan yang telah mendarah daging namun tak ada satu pun dalil shahih yang melandasinya.

Kembali ke perayaan ulang tahun. Lantas dari mana kita mendapatkan kebiasaan merayakan ulang tahun yang setiap tahun tidak luput dari ingatan kita. Jangan sampai kebiasaan itu kita dapatkan dari orang-orang kafir di sekitar kita yang setiap tahunnya pun merayakan ulang tahun mereka??!! Bagaimana jika ternyata dasar dari perayaan ulang tahun kaum kuffar itu adalah sama dengan ketika mereka merayakan hari kelahiran Nabi Isa 'Alahissallam yang belakangan (tanpa sebab yang ga pernah jelas hingga kiamat kelak) mereka anggap sebagai Tuhan mereka??!!

Baiklah, kalo mungkin yang terlintas di benak kamu, "ah..ini kan cuma buat syukuran aja" atau "lagian ga foya-foya koq" atau "ribet banget sih" atau "kan bukan bagian dari agama" atau "ngerayain ulang tahun aja koq repot" atau "buat senang-senang aja, kan adanya setahun sekali" atau apapun kalimat yang sempat wara-wiri dibenak kamu...pernahkah kamu berpikir apa sebenarnya yang kamu cari dan dapatkan dari perayaan ulang tahun itu? Hanya sekedar mengingat bahwa usiamu telah bertambahkah? Atau hanya sekedar...(saya ga cukup cerdas untuk menebak apa dibalik keinginan seseorang ketika merayakan ulang tahunnya).

Segeralah beristighfar...karena ternyata kita telah menjadi pelaku tasyabbuh..yang dengan latahnya ikut merayakan hari ulang tahun kita tanpa ada dasar sedikitpun..sehingga secara tidak langsung..sadar ga sadar..mau ga mau..kita telah menjadi bagian dari kaum yang menjadikan perayaan ulang tahun mereka sebagai sebuah rutinitas tahunan. Kaum yang telah kufur dari ni'mat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

So..apa yang mesti kita lakukan saat tgl kelahiran kita tiba? Yah, biasa aja lagi..kenapa mesti repot mikir mau ngapain kita di tgl itu. Lagian, ga perlu lagi..tunggu tgl kelahiran kita tiba u/mendapatkan moment yang pas buat introspeksi (bahasa kerenya : muhasabah). Sebab buat seorang Muslim, setiap detik adalah sesuatu yang berharga yang tidak akan dilewatkan begitu saja tanpa sebuah muhasabah. Last but not least..sekedar mengingatkan diri ini dan juga kita semua bahwa tujuan kita diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah kepadaNya..so..baiknya setiap apa yang nampak, yang terucap, yang terdengar, yang dilakukan oleh kita adalah dalam rangka mencari RidhoNya yang dengannya kita bisa menjadi penghuni JannahNya kelak. Amiin....^_^
Read more ...

Sejarah Kelam April Fools Day...

31 Maret 2009

Inilah Realita yang terjadi di sekitar kita..yang memilukan adalah sebagian dari ummat Islam (terutama remaja yang kehilangan jati diri) turut merayakannya. Padahal..sekiranya mereka tahu....
Oleh karena itu, saya tergerak untuk mempublish sebuah artikel yang saya ambil dari sebuah situs muslim http://www.eramuslim.com. Semoga artikel ini memberi ibrah bagi setiap yang membacanya.
***
Tiap tgl 1 April, ada saja orang (terutama anak muda) yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tgl 1 April atau lebih populer disebut sebagai "April Mop". Namun tahukah kamu jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang di dahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari sebuah buku "Valentine day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween, So What?" (Rizky Ridyasmara, Pustaka Al-Kautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih berada di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan oleh Islam pada abad ke-8 oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk agama Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Keadaan tentram itu berlangsung selama hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum Kuffar yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tetapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan ummat Islam di Spanyol. Akhirnya, mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka, mulailah mereka secara diam-diam mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang membaca Al-Qur'an. Mereka jug amengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh ummat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini mebuahkan hasil.

Akhirnya, Spanyol jatuh dan bisa dikuasai oleh pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua semua dihabisi dengan sadis.

Satu per satu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang, tentara Salib meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. "Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di Pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka, kami tidak akan lagi memberikan jaminan!" demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di Pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang telah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya, beriringan jalan menuju Pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan ummat Islam Spanyol berkumpul di Pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan oleh penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ummat Islam yang tertahan di Pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan ummat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi ummat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol yang ada di Pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah mengenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tgl 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tgl 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day).

Bagi ummat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari dimana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut merayakan tradisi ini. Sebab, dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol beberapa abad silam.


*tambahan dari saya :

lepas dari benar atau tdknya kisah di atas, perayaan april mop atau april fools day (dimana kita dibolehkan utk membohongi; mengerjai org lain) bukanlah bagian dari agama yg mulia ini. Hati-hati jgn sampai kita termasuk org-org yg suka meniru-niru kebiasaan org kafir, nau'dzubillahimindzalik.

cukuplah larangan Allah dan RasulNya sebagai nasehat terbaik buat kita semua utk tdk meniru-niru kebiasaan org kafir :


"Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka"
(QS. 2 : 120)


"Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut"
(HR. At Tirmidzi)


Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang2 sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai seandai mereka masuk ke lubang dhabb1 niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan: “Wahai Rasulullah apakah mereka yg dimaksud itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”
(Hadits yg mulia di atas diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dlm Shahih- kitab Ahaditsul Anbiya bab Ma Dzukira ‘an Bani Israil dan Kitab Al-I‘tisham bil Kitab was Sunnah bab Qaulin Nabi “Latattabi‘unna sanana man kana qablakum” dan Al-Imam Muslim dlm Shahih- Kitab Al-‘Ilmi dan diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi dlm kitab syarah terhadap Shahih Muslim bab Ittiba‘u Sananil Yahudi wan Nashara).

Wallahua'lam....

Read more ...

Maulid..oh..Maulid...

08 Maret 2009
Ga teRasa qta telah beRada pada bulan ke tiga dalam penanggalan HijRiyah...bulan Rabiul Awal...bulan yg ga kalah pentingnya dalam sejaRah tsebaRnya Islam di penjuRu bumiNya.

Bagaimana ga penting?...Rabiul Awal adalah bulan dimana Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam...Nabi akhiR zaman...yg juga adalah manusia selayaknya qta dilahiRkan oleh Ibundanya Siti Aminah...yg dikemudian haRi beliau lah yg bjuang menyebaRkan Risalah Islam ini beRsama paRa sahabat beliau hingga sampai kepada diRi"qta. Sehingga beRsyukuRlah qta haRi ini dengan ni'mat Iman dan Islam yg ada pada diRi qta...syukuRi dan ejawantahkan...^_^

Ngomong"ttg peng-ejawantah-an nilai"Islam dalam kesehaRian qta...ada topik menaRik yg insyaAllah akan saya bahas...sedikit...ga banyak...disesuaikan dengan ilmu yg saya miliki....

Sudah baca judulnya kan? Gmana? Adakah yg teRlintas dalam benak kmu? Sebuah peRayaan yg meng-atasnama-kan kelahiRan Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam...yg meng-atasnama-kan kecintaan yg mendalam kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam...yg men-atasnama-kan bagian daRi meneladani setiap sisi kehidupan Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam...tapi...haRuskah dengan caRa"yg keRap qta jumpai di tengah masyaRakat qta? Yg justRu membuat qta semakin jauh daRi Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam.

Dahulu...hingga saat ini...sampai kelak dunia ini kiamat...tak peRnah sedikitpun dikisahkan dalam nash"syaR'i tentang peRayaan Maulid...

Maulid Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam sudah mjadi tRadisi bagi sbagian besaR kaum muslimin di Indonesia. hRi tsebut dianggap sbagai haRi besaR (hRi Raya) yg haRus dipeRingati secaRa Rutin tiap tahun. PeRingatan secaRa Rutin dan teRus meneRus dlm istilah aRab disebut dengan Ied, sedang kalau qta mau meneliti dalam kitab-kitab hadits bab tentang hRi Raya disana biasanya ttulis Kitabul Idain (kitab tentang 2 hRi Raya atau hRi besaR), maksudnya Iedul FithRi dan Iedul Adha. DaRi sini jelas sekali bhw hRi besaR dlm Islam yg dipeRingati secaRa Rutin tiap tahun hanya ada 2 hRi saja.
SekiRanya ada haRi besaR lain...yg waktu itu diRayakan oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam dan paRa sahabatnya, tentu kaum muslimin mulai zaman sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin sdh lebih dahulu mlakukannya. Sbagaimana meReka mRayakan Idain secara mutawatiR, tanpa ada khilaf, dan sudah baRang tentu juga dijelaskan adab-adabnya dan bagaimana pRakteknya.
Sedangkan dalam tinjauan syaR'i peringatan maulid Nabi sbagaimana dikemukakan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullaah dalam kitabnya At Tahdzir minal Bida', adalah mRupakan hal baRu dlm Islam, yg tidak peRnah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam, paRa shahabat dan tabi'in.

Ada be"Rapa alasan mengapa Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam TDK MPERBOLEHKAN peringatan semacam ini :
- 1st: mRupakan amalan baRu yg ttolak, sbagaimana sabda Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam yg aRtinya: "BaRangsiapa mengada-adakan (sesuatu hal baRu) dlm uRusan (agama) kami, yg bukan mRupakan ajaRannya maka akan dtolak" (Muttafaq Alaih).

- 2nd: Menyelisihi Sunnah Nabi dan KhulafauR Rasyidin. Nabi Shallallaahu alaihi wa salam bsabda, aRtinya: "Kamu semua haRus bpegang teguh pada sunnahku (setelah Al-QuR'an) dan sunnah KhulafauR Rasyidin yang mendapat petunjuk Allah setelahku." (HR. Abu Dawud dan At TiRmidzi).

- 3Rd: Mengambil ajaRan bukan daRi Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam, kalam Allah...aRtinya: "Apa yg dbeRikan Rasul kepadamu maka teRimalah dia. Dan apa yg dilaRangnya bagimu maka tinggalkan-lah; dan btaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keRas hukumanNya." (QS. 59:7)

- 4th: Tidak peRnah dicontohkan dan diteladankan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa salam padahal sebisa mungkin kita haRus meneladani beliau, kalam Allah, aRtinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diRi) Rasulullah itu suRi teladan yg baik bagimu (yaitu) bagi oRang yg menghaRap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hRi kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. 33:21)

- 5th: Agama Islam telah sempuRna tidak peRlu penambahan ajaRan baRu lagi. Kalam Allah, aRtinya: "Pada haRi ini telah KusempuRnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu ni'matKu, dan telah KuRidhai Islam itu jadi agamamu." (QS. 5:3)

- 6th: Bhw Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam telah menunjukan seluRuh kebaikan kepada umatnya dan telah memperingatkan daRi kejahatan yg beliua ketahui, sbagaimana diRiwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau tidak peRnah membeRi petunjuk tentang peRingatan maulid ini, bahkan sebaliknya mempeRingatkan daRi peRkaRa" baRu dlm Islam.

- 7th: Mbuat ajaRan baRu dlm Islam mRupakan sebuRuk" peRkara, sbagaimana penggalan sabda beliau Shallallaahu alaihi wa salam dlm sebuah khutbahnya, yg aRtinya: "Dan sebuRuk" peRkaRa (dlm agama) ialah yg diada"kan (bid'ah), dan setiap bid'ah itu kesesatan." (HR. Muslim)

- 8th: mRupakan sikap tasyabuh (meniRu") ahli kitab daRi kaum Yahudi dan NashRani dlm hRi" besaR meReka. Belum lagi jika dalam acaRa tsebut tdapat ghuluw (sikap blebihan) thadap Nabi Shallallaahu alaihi wa salam misalnya bkeyakinan kalau Nabi datang dalam acaRa tsebut dan bisa menjawab do'a, ikhtilath yaitu bcampur bauR pRia dan wanita yg bukan muhRim, atau diselingi dengan pentas musik dan sebagainya.

Selidik punya selidik...peRayaan Maulid Nabi, tnyata sumbeR ke"liRuannya adalah niat baik yg salah caRa penyaluRannya. Padahal Islam telah mengajaRkan bhw suatu amal dikatakan shalih dan akan diteRima oleh Allah selain diniatkan dengan ikhlas juga haRus mengikuti caRa dan petunjuk yg dibawa oleh Rasulullah. KaRena kalau kita lihat dalam Al-QuR'an, oRang kafiR yg dkatakan oleh Allah sebagai oRang yg paling Rugi amalnya teRnyata dikaRenakan salah pRediksi (peRkiRaan). MeReka sangka apa yg meReka lakukan adalah kebaikan" sbagaimana yg meReka niatkan, padahal sebenaRnya adalah kesesatan, kalam Allah, aRtinya: "Katakanlah: "Apakah akan Kami beRitahukan kepadamu tentang oRg" yg paling mRugi pbuatannya. Yaitu oRg" yg telah sia-sia pbuatannya dlm kehidupan dunia ini, sedang meReka menyangka bhw meReka bbuat sbaik"nya." (QS. 18:103-104) Janganlah kita seperti meReka, cocokkan caRa ibadah kita dengan caRa ibadah Nabi Shallallaahu alaihi wa salam dan paRa sahabatnya, dan seRtailah dengan niat ikhlas kaRena Allah.

Semoga bmanfaat....
Read more ...

Ada Apa dengan VALENTINE'S DAY ?

11 Februari 2009
Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian?

SEJARAH VALENTINE’S DAY
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day : “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.”

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra' : 36).

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE
Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).
Read more ...

SMS gratis!

Klik di sini!
free counters