. wisecorner: kiamat
Tampilkan postingan dengan label kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kiamat. Tampilkan semua postingan

Awal dan Akhir

04 April 2011

Sesuatu yg diawali dengan baik, insyaAllah akhirnya pun akan baik. Dan sangat tergantung pada sela di antara awal dan akhir tsb. Bagaimana kita menciptakan suatu kondisi yg kondusif agar sela tsb dilalui dengan baik agar mencapai akhir yang baik. Sebut saja sela itu sebagai sebuah keistiqomahan. Keistiqomahan pada sebuah proses yang baik agar awal yg baik berakhir dan diakhiri dengan baik.

Seorang ibu yang menginginkan lahir jundi/yah yang baik dari rahimnya, harus memperhatikan masa awal, sela dan akhir dari kehamilannya agar kesemuanya diawali, dijalani dan diakhiri dengan baik. Sebab dari rahim seorang ibu lah diharapkan lahir sosok muharrik/ah dakwah yang akan memperjuangkan agama Allah. Sebab dari pengasuhan yang baik dari seorang ibu lah diharapkan tumbuh sosok mujahid/ah yang rindu syahid dalam membela agamaNya.

Seseorang yang menginginkan kebaikan dalam hidup dan akhir yang baik saat kematiannya, harus mengusahakan hal-hal yang baik di awal, sela dan menuju akhir hidupnya agar hidupnya berakhir dengan baik. Walaupun tidak bisa dipungkiri akan ada saja ujian kehidupan yang menyapa setiap episode hidup kita. Tapi, disitulah Allah akan melihat sejauh mana pengakuan keberimanannya kita padaNya. Saat ujian itu datang, berusahalah untuk menghadapinya dengan sebaik-baik penyikapan dan jangan khawatir akan ada tidaknya jalan keluar dari ujian tsb, sebab bersama 1 kesulitan ada 2 kemudahan. InsyaAllah.

Setiap kita mendambakan pasangan hidup yang terbaik, tak ada salahnya hanya saja kitapun perlu menjadi calon pasangan yang terbaik bagi calon pasangan kita kelak. Bagaimana kita mengawali dengan baik sebuah niat membina rumah tangga yang samara, menjalani proses yang baik menuju walimah syar’i, melangsungkan sebuah walimah syar’i, dan tentunya berusaha menjalani dengan baik setiap tahapan dalam kehidupan baru bersama pasangan hidup yang terbaik meski setiap dari kita pasti memiliki kombinasi kekurangan dan kelebihan yang sama uniknya agar kelak rumah tangga yg dibina di dunia ini bisa langgeng hingga ke surgaNya kelak..amiin..

Begitupun dengan ikatan persaudaraan atas dasar cinta dan benci karnaNya dalam sebuah album bertema ukhuwah islamiyah. Awalilah dengan baik persaudaraan tsb, jalani dan nikmati setiap warna yang hadir dalam setiap interaksi kita dengan mereka, saudari-saudari kita di jalanNya, rasakan bagaimana warna-warni itu turut mewarnai sisi-sisi dalam hidup kita dan jangan luput untuk turut memberi warna dalam kehidupan mereka. Warna-warni yang membuat kita semakin cantik di hadapanNya. Dengan harapan di surga kelak kita termasuk hamba-hambaNya yg berada di atas dipan-dipan atau mimbar dari cahaya yang membuat iri para Nabi, Shiddiqun dan Syuhada. Amiin. Subhanallah...sungguh akhir persaudaraan yg sangat indah.

Dan masih banyak lagi fase hidup yang harus diawali, dijalani dan diakhiri dengan baik, insyaAllah agar kelak secara keseluruhan kehidupan di dunia ini dapat berakhir pada sebaik-baiknya tempat peristirahatan terakhir, tdk lain tdk bukan di surgaNya kelak...amiin.


Negeri impianku, Ahad malam 10:41pm Rabiul awal 1432 H

Read more ...

Kedatangan Dajjal

11 Maret 2011
Ada riwayat Muslim yang diterima dari Fatimah binti Qais mengatakan: “Saya telah mendengar muadzin Rasulullah memanggil untuk shalat. Saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah. Selesai shalat, Rasulullah naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Beliau tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak. Hendaklah semua duduk di atas sajadahnya.” Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah berkata lagi: “Demi Allah aku menyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi khabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahawa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia ada bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal. Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya.


Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas. Mereka tidak dapat menghalakan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yang tidak ditempati orang itu mereka berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana jantina dan duburnya.

Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apa engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Saya adalah Al-Jassasah.” Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?” Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu. Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu.

Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yang sangat besar dan tegap. Artinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya. Mereka bertanya: “Siapakah anda?” Orang seperti raksaksa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya: “Siapa kamu ini?”

Mereka menjawab: “Kami adalah manusia berbangsa Arab. Kami pergi ke laut menaiki kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau yang tuan tempati ini.

“Pada mulanya kami berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jantinanya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu.”

Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah berjumpa dengan tuan dan kami ingin tahu siapa tuan sebenarnya.” Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab pertanyaan mereka terus saja mengemukakan pertanyaan : “Ceritakan kamu kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan itu,” nama tempat di negeri Syam. Mereka menjawab: “Keadaan apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pokok kurma itu berbuah?” Setelah mereka menjawab bahawa pokok kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pokok itu tidak berbuah.”

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah.” Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada.” Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering.”

Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.” Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang-orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.” Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahawa Rasulullah telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.

Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.” Kata orang besar itu lagi: “Sekarang aku terangkan kepada kamu bahawa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam masa empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikawal oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusinya.”

Kata Tamim Al-Dariy lagi, “Rasulullah menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, yaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah.” Rasulullah berkata lagi: “Jika memang hadits Tamim itu lebih meyakinkan saya lagi. Ceritanya itu bersesuaian dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, yaitu tentang Makkah dan Madinah yang dikatakan tidak dapat dimasuki Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,” kata Rasulullah sambil menunjuk ke arah timur.

Rasulullah telah menguatkan lagi bahawa Dajjal akan datang dari arah timur. Ada yang mengatakan bahawa Dajjal akan datang dari Khurasan atau Asfihan.


sumber : http://smzblog.wordpress.com/2008/04/25/kedatangan-dajjal/
Read more ...

SMS gratis!

Klik di sini!
free counters