. wisecorner: Madinah
Tampilkan postingan dengan label Madinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madinah. Tampilkan semua postingan

Ikhtibar Nihai' Di Depan Mata

30 April 2012
Tak terasa, sebentar lagi, kurleb 4 hari lagi episode ikhtibar nihai' syafawi akan segera kami jalani. 3 bulan belajar di mustawa' awwal plus suka dukanya akan segera berakhir setelah ikhtibar nihai' syafawi dan tahriri (sepekan setelah syafawi), insyaAllah. 

Mata pelajaran selama di mustawa' awwal selain Qur'an dan Bahasa Arab adalah Fiqh, Aqidah dan Hadits. Cukup berat buat saya pribadi yang nota bene ga punya basic Bahasa Arab sebelumnya dari negeri tercinta, Indonesia Raya. Alhamdulillah sebelum di mustawa' awwal ini saya sempat menyemplungkan diri di mustawa ta'sisi, setidak-tidaknya adalah yang nyangkut di otak saya. Alhamdulillah alaa kulli hal. Selain itu juga, karna mu'allimahnya pada pengertian sekali dengan kondisi thalibat mustawa' awwal., sehingga mereka pun berusaha semaksimal mungkin memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya. Dan membuat pelajarannya menjadi menyenangkan. Jazakunnallahu khairan yaa mu'allimat...~senyuuum~  



Hari ini, hari terakhir sekolah, setelah semua pelajaran selesai dimuraja'ah bersama, juga setelah tadi sempat riuh mendiskusikan jadwal ikhtibar tahriri. Yah...di sekolah kami ini untuk ikhtibar tahriri-nya thalibat-nya memang diberikan hak untuk menentukan jadwal ikhtibar tahriri mereka. Yang jelas tidak boleh lebih dari 2 pekan setelah ikhtibar syafawi, soalnya kelamaan. Diskusi yang cukup alot tadi dipimpin oleh mu'allimah Zahra dan mu'allimah 'Aisyah, yang pada akhirnya menghasilkan keputusan yang disepakati oleh warga mustawa' awwal alif dan ba.



Thayyib....
Selamat belajar yah...semoga ikhtibarnya berjalan dengan lancar dan ilmu yang didapatkan selama di mustawa' awwal bermanfaat untuk ummat...aamiin.
Ma'annajah!!!

Read more ...

Menulis itu sesuatu....

29 April 2012

Assalamu'alaikum....
Apa kabar bloggers?
Alhamdulillah...setelah sekian lama vakum, akhirnya malam ini bisa nongol kembali di dunia blogger ini.
Berharap setelah bisa hadir kembali banyak hal bermanfaat yang bisa saya bagi buat siapa saja yang kebetulan berkunjung atau nyasar di blog saya ini, insyaAllah.


Sebenarnya sudah sejak lama pengen nulis-nulis lagi, tapi keadaan saat ini kurang memungkinkan, tapi Alhamdulillah malam ini mood plus badannya lagi mau diajak kompromi untuk duduk sebentar bercuap-cuap di dinding blog ini. Alhamdulillah alaa kulli hal....


Alaa kulli hal...
Seperti yang sudah saya tulis diawal tadi, cukup banyak ide yang mau saya beberkan di sini, insyaAllah semoga dimudahkan prosesnya dan semoga ada manfaat yang bisa dipetik dari tulisan-tulisan saya yang sangat jauh dari berkualitas ini, maklum untuk karya sendiri saya masih sangat pemula, tapi kalo tulisan yang saya sadur alias tulisan orang lain yang saya share via blog ini, insyaAllah berkualitas.


Baiklah....untuk permulaan, cukup sekian dulu yah...cuap-cuap saya.
Wassalamu'alaikum....
Read more ...

Hari Pertama di Madrasah....

17 September 2011


Alhamdulillah...akhirnya setelah cukup lama menanti, tadi pagi saya mulai menjalani aktivitas baru di Kota Nabi tercinta ini. Setelah beberapa bulan sebelumnya dibantu zauji ngurus-ngurus pendaftaran dan menanti telepon dari madrasah tempat saya belajar sebagai tanda bahwa saya telah diterima hingga beberapa tahun kedepan, insyaAllah.

Ga jauh beda sama anak-anak yang baru masuk sekolah, pagi tadi saya pun diantar ke madrasah dan ditungguin sampai bel pulang berbunyi. Hehehe....bukan manja, bukan sulap (ga nyambung), tapi karena di negara ini kaum wanitanya tidak dibiarkan kemana-mana sendiri kecuali bersama mahram atau teman-teman wanita lainnya (untuk kondisi ini jika tidak dalam rangka safar). 

Madrasahnya ga jauh dari rumah. Yah...sekitar 7menitan lah naik mobil sudah sampai. Nama madrasahnya Madrasatunnisaa Tabi'ah Lirrabithah Al'alam Al Islami

Jadi untuk hari pertama sekolah, zauji dengan setia menanti di depan pagar madrasah yang menjulang tinggi. Alhamdulillah ada seorang ikhwa asal Cina yang kebetulan pernah berkenalan dengan zauji saat zauji mengantar saya ke mustasyfa jami'ah beberapa waktu yang lalu, yang pagi tadi juga sedang menanti istrinya yang mengurus kelulusannya dari madrasah tersebut, masyaAllah...baarakallahufiiha!

Di madrasah ini ada 7 mustawa. Paling dasar itu mustawa ta'sisi yah seperti kelas persiapan bahasa-lah begitu. Dan saya bersama Kak Karimah masuk dalam kelas tsb. Kalo saya memang sengaja dari zauji yang minta sama mudirahnya agar saya ditempatkan di kelas persiapan bahasa...hehehe, berhubungan bahasa Arab saya masih sangat perlu dibenahi. 
Jumlah murid dalam mustawa ta'sisi ada 33 orang, tapi yang datang tadi pagi ga sampai 20an orang, mungkin karena hari pertama kali yah..jadi disangkanya belum ada pelajaran jadi belum pada mau datang. Ya sudahlah...
Di antara teman-teman di mustawa ta'sisi yang sempat hadir itu ada yang dari Rusia, Magribi, Maladives, dan Maroko. Tadi kami sudah sempat belajar qira'ah yang diajarkan oleh mua'alimah zainab. Di mustawa ini, dengar-dengar (soalnya belum ada kabar resmi dari mu'alimah-nya) ada 3 maddah, 2 diantaranya itu bahasa Arab dan qira'ah, yang satunya lagi lupa.
Kelas kami ada di lantai 3 gedung madrasah. Selain itu, ada juga tempat penitipan anak bagi para thalibah yang punya anak dibawah usia 5tahun, seperti play group gitu.

Pakaian seragamnya itu kemeja putih dan rok hitam. Jadi pas dah masuk gerbang, abaya, purdah dan jilbab yang kita pake dibuka lalu kita masuk ke gedung madrasah dengan pakaian yang sudah ditetapkan tsb. Plus aturan ga boleh bawa hape kamera. Kalo ditanya kenapa ga boleh? Mungkin nih...sebab para mu'alimah dan thalibahnya masyaAllah cantik-cantik bahkan ada yang ga pake jilbab, jadi khawatir kalo ada yang ambil gambar trus dipublish kan bisa jadi aib tuh...makanya para thalibahnya dilarang bawa hape kamera.

Setelah mustawa ta'sisi, ada mustawa awal, tsani, dan seterusnya hingga mustawa sittah. Masing-masing mustawa' lama belajarnya 3 bulan. Yah...saya berharap saya bisa melalui setiap mustawa dengan baik agar kelak apa yang saya dapatkan bermanfaat buat saudari-saudari saya yang lain..aamiin.

Di madrasah ini, sepengetahuan saya, yang dari Indonesia hanya 3 orang, saya, Kak Karimah dan Kak Nisa (dari Makassar juga) beliau ini sudah mustawa' 5..insyaAllah bentar lagi lulus..aamiin.

Awalnya (dengar dari Kak Nisa langsung) hanya istri thullab jami'ah islamiyyah saja yang bisa bersekolah di madrasah ini, namun belakangan orang umum pun bisa bersekolah juga di madrasah tsb.

InsyaAllah mulai besok saya sudah ga diantar lagi sama zauji ke madrasah, sebab sudah ada bus madrasah yang akan menjemput dan mengantar para thalibah.

Akhirnya...mudah-mudahan apa yang saya jalani hari ini benar-benar dapat bermanfaat buat diri saya pribadi dan orang lain...aamiin.
Ma'annajah!!!
Read more ...

~ Haram Nabawi Ba'da Ramadhan ~

12 September 2011

Bulan di langit Madinah dilihat dari depan Bab Sultan Abdul Majeed (bab no. 16)

Ba'da Ramadhan Haram Nabawi semakin hari semakin lenggang. Apalagi malam ini, saya sempat terheran-heran...hehehe.... Sangat jauh berbeda ketika Ramadhan terlebih lagi di 10 malam terakhirnya.

Salah satu bab Umar bin Khattab (bab no. 17a)

Bagaimana tidak?? Dulu ketika Ramadhan (apalagi di 10 terakhirnya) sudah merasa bsyukur sekali jika bisa masuk ke dalam masjid  (kadang ga bisa masuk karna jama'ahnya sudah mencapai pintu masuk, maka para harisah menyuruh untuk shalat saja di teras masjid), meski duduknya cukup dempet-dempetan muka-belakang samping kanan-kiri dengan jama'ah lainnya itupun bukan di tempat shalat seperti biasanya, tapi di bagian tempat 
biasanya orang berlalu lalang (yang untuk saat itu saja difasilitasi pembatas dari tali plastik yang diikat oleh harisah pada tiang-tiang   kecil).

Dan mesti ekstra lapang dada sebab tempat yang sudah seadanya itu terkadang pas lagi shalat dilalui oleh jama'ah lainnya yang lewat di depan/samping kita seadanya aja tanpa tabe'-tabe' (permisi : istilahnya orang Makassar) alias asal terobos saja.

Belum lagi ada jama'ah di bagian belakang yang 'hobby' nyuruh maju-maju ke depan. Padahal kepala kita aja kalo pas sujud sering kena kaki orang di depan. "Subhanallah...ma'alays ummi maa fii makan qiddam, syufti!" Dan kesabaran memang benar-benar teruji..~senyum~

Tapi...malam ini (dan beberapa malam setelah Ramadhan berlalu) suasana Haram Nabawi sangat cukup lenggang (hampir sama keadaannya saat saya pertama kali mengunjungi Masjid Rasulullah ini). Subhanallah! Asli! Benar-benar sangat berbeda!

Dengan kondisi yang sangat cukup lenggang ini terserah kita deh mau pilih duduk dimana, mau guling-gulingan hayuk! (hehehe..hiperbola! ga direkomendasikan yah). Mau minum zam-zam sampai berkali-kali juga silakeun ...monggo..ga perlu takut kehabisan (secara kalo lagi rame, telat dikit kehabisan...hehehe).
Dan..subhanallah! Suasana di dalam masjid menjadi begitu sangat dingin!

Di hari-hari di bulan Ramadhan dan musim haji, semua pintu Masjid Nabawi akan tetap terbuka selama 24jam, tapi di hari-hari biasa hanya pintu no. 25 (Bab Utsman bin Affan) yang dibuka selama 24 jam sebab pintu tsb adalah akses menuju ke Raudhah. 











Tidak lama lagi Haram Nabawi akan dipenuhi lagi oleh manusia yang berasal dari segala penjuru dunia, insyaAllah mulai awal bulan 11 (Dzulqa'dah) penanggalan Hijriyah atau awal bulan 10 (Oktober) penanggalan Miladiyah. 



Saat itu adalah musim haji (hingga pertengahan bulan Dzulhijjah), saat dimana hampir seluruh manusia dari segala penjuru dunia yang berbeda warna kulit, bahasa dan adat kebiasaan tumpek blek di dua Tanah Suci (Haramain) untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5. Semoga saya pun diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di tahun ini. Aamiin.


                                                                                
Bab Utsman bin Affan (bab no. 25). Suasana setelah shalat tarawih.



Ba'da maghrib fii Haram Nabawi, 12 Syawal 1432H 
Read more ...

Ucapan Selamat Idul Fitri

29 Agustus 2011

Dari Jabir bin Nafir dia berkata, "adalah para shahabat Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, apabila mereka bertemu pada hari Id, satu sama lain berkata, taqabbalallahu minna wa minka." 

(Al-Hafiz menyatakan bahwa sanad riwayat ini hasan dalam kitab Fathul Bari, 2/517).




Read more ...

Keutamaan Umrah

15 Agustus 2011

Ibadah umrah memiliki banyak keutamaan, diantaranya :

1. Umrah dapat menjadi penghapus dosa-dosa kecil. 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, bahwasanya Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi Bayt ini (Ka’bah-red) –dalam lafazh yang lain: "barangsiapa yang berhaji karena Allah’- lalu tidak berkata-kata kotor dan fasik, niscaya ia telah kembali seperti hari saat ia dilahirkan ibunya.” (Shahih al-Bukhari, 1521; Shahih Muslim, 1350).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Umrah ke umrah selanjutnya adalah sebagai penebus dosa antara keduanya; dan haji mabrur tidak mempunyai balasannya kecuali ke surga.” (Muttafaqun’alaih: Fathul Bari III: 697 no: 1773, Muslim II: 983 no: 1349, Tirmidzi II: 206 no:937, Ibnu Majah II: 964 No: 2888 dan Nasa’I V: 115).

Menurut jumhur (mayoritas) ulama, teks-teks tersebut terkait dengan penghapusan dosa-dosa kecil (Shaghaa’ir) saja, bukan dosa-dosa besar (Kabaa’ir). Sedangkan untuk menghapus dosa-dosa besar ini haruslah dengan syarat bertaubat sebab shalat sendiri –yang lebih besar kedudukannya daripada haji- tidak mampu menghapuskan dosa-dosa besar.

Umrah, menurut ulama berasal dari kata umur dan kemakmuran. Jika kita ingin merasakan keberkahan umur dan kemakmuran, maka cobalah untuk menyisihkan harta untuk mengunjungi baitullah.
Bagi mereka yang belum memiliki kecukupan harta, maka mulailah dengan niat yang kuat dan usaha yang maksimal untuk menuju ke sana.

Imam An-Nawawy berkata, ‘Ini sudah jelas tentang keutamaan umrah, yang dapat menghapus dosa dan kesalahan antara dua umrah’. Karena keutamaan inilah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan wanita muslimah agar melakukan umrah, khususnya pada bulan Ramadhan.

2. Ibadah umrah akan menjauhkan kemiskinan sebagaimana api membersihkan besi dari kotoran-kotorannya.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alahi wa sallam bersabda, “Ikutilah pekerjaan haji dengan melaksanakan umrah; karena sesungguhnya keduanya dapat menghapus dosa dan kekafiran, sebagaimana ubupan tukang besi dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak; dan tiada balasan bagi haji mabrur kecuali surga semata.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 2901, Tirmidzi II: 153 no:807 dan Nasa’I V:115).




*Tausiyah singkat dari Ust. Akrama Hatta, Lc saat rehat 4 rakaat pertama shalat tarawih malam ke-15 di Masjid Wihdatul Ummah, Makassar via streaming di Suarawahdah Fm.
Read more ...

Tentang Mereka

13 Juni 2011


Ini tentang cinta, kasih, sayang, perhatian, kebanggaan, kerinduan, kebersamaan, inspirasi, pengorbanan, semangat, kekuatan, nasehat, semuanya dari mereka yg meski jauh di mata namun selalu dekat di hati.

Selalu ada saja sebab yg mengawali sebuah akibat.
Sebab saya cinta, kasih, sayang, perhatian pada mereka, namun tak seberapa dgn semua yg telah saya dapatkan dari mereka hingga detik ini, meski jarak memisahkan kami.
Sebab saya rindu, ingin bersama, menemani hari-hari tua mereka bersama tawa-tawa riuh dari pelanjut generasi kami. Sesuatu yg begitu sangat mereka harapkan. Semoga tak lama lagi dapat terwujud bahagia, aamiin.
Sebab saya telah merasakan begitu banyak pengorbanan, kebanggaan, inspirasi, aliran semangat yg tak kenal lelah jua pamrih selagi mereka mampu dan Allah berkehendak.
Sebab-sebab itu bukan karena ibarat nilai sehelai sayap nyamuk bagi dunia, tapi lebih daripada itu. Dianya tak terperi, tak terganti, tak ada bandingnya, tak dapat tergadai oleh kemilau perhiasan termahal jagad raya. Krn mereka; sosok-sosok paling berjasa dlm hidup saya hingga detik ini pun sampai di mana saya berakhir di akhirat kelak. Semoga kami dikumpulkanNya dalam SurgaNya kelak..aamiin.

Mereka;
Kecintaan saya,
Kerinduan saya,
Kebahagiaan saya,
Kebangaan saya,
Inspirasi saya,
Semangat saya,
Kekuatan saya,
Kata pun masih tak cukup melukiskan bagaimana saya pada mereka dan bagaimana mereka pada saya.
Rabb..bantu saya menjadi yang terbaik bagi mereka sebagai akibat dari sekian byk sebab yg telah Engkau tetapkan pada kami. Meski mungkin tak sebanding. Tapi senyum dan ridho mereka semoga dapat menjadi sebab Engkau ridho pada diri ini..aamiin.

Mereka; anugerah-anugerah terindah yg pernah Dia berikan. Dulu, kini dan selamanya (insyaAllah, biidznillah).
My beloved parents :
H. Zainuddin Gani (Bapak)
Hj. Rostin Sadeng (Bunda)
Muhammad Yusuf (Bapak)
Rukmini (Mami)



Negeri impian, tak jauh dari bentangan Uhud, saat sang mentari masih malu-malu memancarkan sinarnya, Rajab 1432H. Rabb, saya sangat merindukan mereka!

Read more ...

Cerita Di Awal Musim Panas*

05 Mei 2011
02061432H

Akhir-akhir ini saya merasakan suasana di kota Madinah telah cukup berubah. Yang semula sejuk bahkan sampai dingin sehingga saya harus memakai jaket dan kaos kaki menjadi cukup gerah meski di malam hari sekalipun.
Tepatnya (kalo tdk salah ingat) akhir bulan april/jumadil awal. Saya tidak perlu lagi menyalakan mesin pemanas air jika ingin mandi atau sekedar mencuci piring. Yah...air yg keluar dari kran sdh hangat secara alamiah. Bahkan beberapa hari ini saya harus menunggu beberapa saat dulu setelah memutar kran air, sebab air yg pertama keluar cukup panas dan itu tdk terjadi hanya di siang hari tetapi juga di malam hari, seperti tadi saat hendak memasak nasi utk makan malam.
Yah..Madinah telah memasuki awal musim panas.

Kebetulan di blog saya ini ada widget prakiraan cuacanya dan suhu yg selalu diperlihatkan berkisar antara 29-39 derajat celcius. Kata zauji ini belum apa-apa, di puncaknya musim panas suhu di kota Madinah bisa mencapai 60 derajat celcius! Subhanallah! Yg paling tinggi saja (39 derajat) saya terkadang merasa tdk nyaman apalagi nanti kalo suhunya mencapai 60 derajat? Masalahnya (entah mungkin hanya saya aja atau mungkin juga dipengaruhi oleh kondisi pregnant yg tengah saya alami) dgn suhu yg cukup panas ini saya jarang sekali bahkan mungkin masih bisa hitung dgn jari kanan saya kapan saya keringat. Dan itulah yg membuat tdk nyaman. Kepanasan tapi ga keringatan. Rasanya ada yg kurang begitu.

Musim panas telah menyambangi kota Madinah. Meski masih tersisa sedikit kesejukan musim dingin ba'da subuh, tetapi itu tdk lama, hanya sebentar dan ketika matahari mulai merayapi langit dari arah terbitnya, perlahan namun pasti udara panas mulai mengisi ruang udara kota Madinah. Siangnya cukup terik (bagi saya sangat terik, sebab seketika saya merasa haus dan pusing saat keluar rumah menuju mustasyfa ba'da ashar) dan malamnya pun tetap panas hingga harus menyalakan AC. Alhamdulillah alaa kulli hal...

Dan bulan Ramadhan selalu jatuh pada musim panas (bahkan mungkin dipuncaknya musim panas). Subhanallah...sungguh benar-benar telah berkumpul padanya ujian sekaligus keutamaan yg berlipat. Bukankah satu kebaikan akan Allah balas hingga 700 kali lipat?! Berpuasa di kota Madinah di saat cuaca begitu panasnya dibarengi dgn niat ikhlas krn Allah. Subhanallah! Semoga kami bisa mengamalkannya dan mendapatkan keutamaannya..aamiin...


*Alhamdulillah...akhirnya terposting juga (hehehe)
Read more ...

Keutamaan-Keutamaan Madinah Tercinta

02 Mei 2011
1. Kecintaan Nabi Shalallahu'alaihi wasallam pada Madinah. Nabi bersabda "Jadikanlah kecintaan kami pada Madinah sebagaimana kecintaan kami pada Makkah atau lebih…" (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Bahwasanya iman akan kembali ke Madinah, sebagaimana termuat dalam hadits Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam “Sesungguhnya iman akan kembali keMadinah sebagaimana kembalinya seekor ular kedalam sarangnya” (HR Bukhari dan Muslim).

Maksudnya adalah bahwa iman akan menuju ke Madinah dan akan kuat berada di sana dan kaum muslimin berbondong-bondong menuju Madinah. Pendorong semua itu adalah keimanan dan kecintaan terhadap tempat yang penuh berkah ini, yang telah Allah jadikan sebagai tanah haram.

3. Allah menjadikan kota Madinah sebagai tanah haram (tanah suci) yang aman sebagaimana Allah menjadikan Mekah sebagai tanah haram yang aman.

Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram, maka sayapun menjadikan Madinah sebagai tanah haram.” (HR Muslim).

Maksud dari pengharaman yang disandarkan kepada Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim 'Alahissalam adalah untuk menegaskan pengharamannya. Karena pada hakekatnya yang mengharamkan adalah Allah. Dialah yang menjadikan Mekah dan Madinah sebagai tanah haram.

4. Kesucian Kota Madinah
Tatkala nabi Shalallahu'alaihi wasallam menerangkan kesucian (keharaman) kota Madinah, beliau menerangkan pula kedudukannya yang agung serta bahaya berbuat bid’ah didalamnya, beliau bersabda “Kota Madinah adalah tanah haram antara iir dan tsaur. Barangsiapa yang berbuat bid’ah (atau dosa) atau melindungi pelaku bid’ah (atau dosa) maka baginya laknat Allah dan para malaikat serta manusia seluruhnya. Allah tidak menerima darinya amalan wajib maupun sunnahnya” (HR Bukhari dan Muslim).

5. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam menamakannya dengan nama “طيبة” (Thayyibah yang artinya baik) dan juga ”طابة” (Thobah yang artinya baik).

Bahkan terdapat keterangan dalam sahih muslim bahwa Allah menamakannya dengan ”طابة” .
Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda “ Sesungguhnya Allah menamakan kota Madinah ini dengan ”طابة” “ Kedua nama ini berasal dari kalimat “الطيب” yang menunjukkan pada arti baik. Kedua kalimat tersebut digunakan untuk menunjukkan kebaikan dan dimaksudkan untuk sebuah tempat yang penuh kebaikan.

6. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam menggambarkan bahwa kota Madinah adalah sebuah kota yang memakan kota lain.

Beliau bersabda “Saya dperintahkan menuju sebuah kota yang memakan kota yang lain (maksudnya diperintahkan untuk hijrah kota tersebut yaitu sebuah kota yang memakan kota yang lain) mereka menamakannya kota yatsrib yaitu Madinah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Perkataan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam “memakan kota” ditafsirkan bahwa kota Madinah akan ditolong dan akan mengalahkan kota yang lain. Ditafsirkan juga bahwa kota Madinah akan menghasilkan ghanimah (harta rampasan perang) yand didapat dari jihad fii sabilillah. Ghanimah tersebut akan mengalir ke kota Madinah.

Kedua hal ini telah terjadi dan terbukti. Kota Madinah telah mengalahkan kota-kota yang lain, muncul darinya juru dakwah yang memperbaiki keadaan manusia serta para ahli perang yang membawa kemenangan. Mereka mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. sehingga masuklah orang-orang kedalam agama islam. Maka segala kebaikan yang muncul bagi penduduk bumi bersumber dari kota Madinah, yaitu kota Rasulullah saw. Oleh karena itu gelar kota Madinah memakan kota yang lain dibenarkan dengan kenyataan bahwa Madinah diberi pertolongan dalam mengalahkan kota lain, hal itu terbukti pada generasi awal dengan rombongan pertamanya dari kalangan sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dan para khalifah ar rasyidin Radhiyallahu'anhum. Begitu pula telah terjadi dihasilkannya ghanimah dan mengalirnya ghanimah tersebut kekota Madinah. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam pun telah mengabarkan bahwa harta kisra dan kaisar akan diinfakkan dijalan Allah, dan hal itu telah terjadi, harta tersebut didatangkan ke Madinah dan telah dibagi-bagi oleh Umar bin khattab Al Faruq Radhiyallahu'anhu.

7. Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam memerintahkan untuk bersabar atas berat dan kerasnya Madinah.

Beliau bersabda “Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahuinya.”
Hadits ini muncul berkenaan dengan orang-orang yang berfikir untuk berpindah dari medinah kekota lain yang lebih nyaman dan lebih mudah rizkinya serta lebih banyak hartanya, maka nabi pun bersabda bahwa “kota Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahuinya. Tidak ada seorangpun yang meninggalkan Madinah karena tidak menyukainya melainkan Allah akan gantikan dengan orang yang lebih baik darinya. Dan tidak ada seorangpun yang tegar menghadapi berat dan kerasnya Madinah melainkan aku akan menjadi pemberi syafaat atau saksibaginya pada hari kiamat.” (HR Muslim).

Hadits ini menunjukkan akan keutamaan kota Madinah serta keutamaan bersabar menghadapi berat dan kerasnya Madinah serta kesempitan hidup jika terjadi pada seseorang. Maka janganlah hal itu diadikan sebagai alasan untuk pindah kekota lain demi mendapatkan kenyamanan ataupun keluasan rizki, bahkan yang seharusnya dilakukan adalah bersabar atas apa yang terjadi didalamnya, karena dia telah dijanjikan dengan janji yang agung serta pahala yang banyak dari Allah ta’ala.

8. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam mendoakan keberkahan untuk Madinah, diantaranya sabda Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam “Ya Allah, berkahilah kami pada buah – buahan kami, berkahilah kami pada kota kami, berkahilah pada sha’ kami dan berkahilah pada mud kami.” (HR Muslim).

9. Keluarnya Demam dari kota Madinah. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saya melihat bagaikan seorang wanita berkulit hitam dengan kepala yang menakutkan (bentuk kepala yang mengerikan) keluar dari kota Madinah, kemudian menetap di Mahi'ah (nama tempat)-yaitu Juhfah-maka akupun menta'wilkannya dengan waba Madinah yang telah pindah kedaerah tersebut". (HR Bukhari).

Juhfah adalah nama daerah yang sekarang di jadikan tempat miqad untuk mereka yang datang berhaji/ berumroh dari negara Irak dan sekitarnya.

10. Bahwa kota Madinah tidak dimasuki penyakit thaun dan tidak pula dimasuki oleh Dajjal. Beliau Shalallahu'alaihi wasallam bersabda, “Di penjuru Madinah terdapat malaikat. Thaun dan Dajjal tidak bisa memasukinya.” (HR Bukhari dan Muslim).

11. Didalam kota Madinah terdapat dua masjid agung yaitu Masjid Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam (Masjid Nabawi) dan Masjid Quba.

Adapun Masjid Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam memiliki keutamaan yang diterangkan dalam banyak hadits diantaranya sabda Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam “Tidak boleh safar (bepergian jauh; dalam rangka ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil haram, masjid ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha.” (HR Bukhari dan Muslim).
Salah satu masjid tersebut terletak di Madinah.
Juga tentang keutamaan sholat di dalamnya, yaitu lebih utama dari pada seribu kali sholat di tempat (masjid) lain. Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam bersabda “Sholat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali sholat di tempat lain kecuali Masjidil Haram.” (HR Bukhari dan Muslim).

12. Raudhah (Taman)
Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda, “Di antara rumahku dengan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku itu ada di atas telagaku.”

13. Keutamaan shalat di Masjid Quba diganjar pahala umroh, Nabi Shalallahu'alaihi wasallam dulu senantiasa mendatangi Masjid Quba setiap hari sabtu kadang berjalan kaki, kadang berkendaraan dan shalat di dalamnya dua rakaat.

14. Di madinah terdapat Gunung Uhud, Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam bersabda "Ini gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya" (HR Bukhari dan Muslim).

15. Keutamaan wafat di Madinah. Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang sanggup untuk mati di Madinah maka lakukanlah, sesungguhnya saya akan memberikan syafaat bagi siapa yang mati di Madinah". (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Umar ibn Khattab Radhiyallahu'anhu berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah aku suatu anugerah, yaitu mati syahid di jalan-Mu (yakni dalam membela agama Mu), dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu.” Dan Allah mengabulkan permohonannya.


***Subhanallah..semoga kami (bersama keturunan-keturunan kami kelak, insyaAllah) yang saat ini diberi kesempatan tinggal di Madinah dapat meraih keutamaan-keutamaan dari Kota Rasulullah ini ...amiin Yaa Rabbal Alamin...***

Sumber : Indahnya Berbagi dengan sedikit editan dari saia..***
Read more ...

SMS gratis!

Klik di sini!
free counters